Tim Ayo Gas dalam jumpa pers dengan wartawan, Selasa (20/10/2020). Tampak CEO Ayo Gas Andi Widiatmoko duduk di bagian kanan.

Girikartonews.co.id,Gunungkidul – Program “Ayo Gas” yang diusung sejumlah anak muda Gunungkidul beberapa waktu lalu kian serius mengembangkan rencananya. Terbaru, mereka menyiapkan dana besar untuk pengembangan program tersebut.

CEO Ayo Gas, Andi Widiatmoko mengatakan pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 6 miliar, yang mana akan digunakan sebagai modal usaha bagi pelaku UMKM.

“Sasarannya pelaku UMKM yang sudah ada namun belum berkembang maksimal dan pelaku yang baru akan memulai usahanya,” jelas Andi, Selasa (20/10/2020).

Proses penjaringan pun sudah dilakukan sejak 17 Oktober lalu di 18 kapanewon dan menembus hingga kalurahan dan pedukuhan. Saat ini Andi menyebut sudah ada 200 titik pelaku UMKM yang terjaring program permodalan tersebut.

Ada pun tiap pelaku usaha akan mendapatkan modal usaha sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Namun Andi menegaskan dana tersebut bukan berbentuk pinjaman, melainkan dengan mekanisme bagi hasil.

“Jadi itu untuk operasional dan biaya pendampingan selama 3 tahun. Para pelaku UMKM ini kami jadikan sebagai mitra,” jelasnya.

Ia menuturkan, gerakan Ayo Gas ini berkaitan dengan keinginan calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul , Immawan Wahyudi dan Martanty Soenar Dewi. M

ereka menginginkan potensi UMKM lokal bisa terangkat dan membantu perekonomian masyarakat secara keseluruhan.

Sebab dengan adanya stimulus tersebut, pelaku usaha tak hanya mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan produk. Lapangan kerja bagi warga pun bisa tercipta dengan adanya geliat ekonomi UMKM.

“Immawan sudah menyatakan bahwa ia ingin mengabdikan diri ke pengembangan potensi masyarakat Gunungkidul ,  terlepas dari konteks Pilkada ini,” ungkap Andi.

Ia pun menjamin program Ayo Gas akan tetap berjalan meski Pilkada usai. Jika nantinya Immawan-Martanty terpilih, secara otomatis akses untuk pengembangan UMKM akan lebih dimudahkan lewat program pemerintah.

Immawan sendiri beberapa waktu lalu mencetuskan keinginannya untuk memfasilitasi industri kreatif di Gunungkidul. Implikasinya tak hanya pada sektor UMKM, tapi hingga wisata dan seni budaya.

“Keinginan saya adalah menumbuhkan belasan ribu wirausaha baru berbasis pedesaan,” katanya.

Ia pun ingin ada peningkatan kapasitas organisasi kemasyarakatan di tingkat kalurahan. Hal ini diperlukan agar masyarakat terdorong untuk bisa mengembangkan usahanya secara mandiri.

Organisasi tersebut pun juga diharapkan bisa mendampingi dan mengawasi para wirausaha baru tersebut. Mereka harus mengupayakan agar program bisa berjalan sesuai rencana.

“Organisasi kemasyarakatan tingkat kalurahan harus aktif bergerak demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Immawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here