Girikartonews.co.id,Yogyakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melangsungkan program jemput bola akta kelahiran bagi masyarakat yang belum mengantongi satu di antara dokumen kependudukan tersebut.

Dengan sistem yang jauh lebih praktis, warga diharapkan bisa ikut berpartisipasi.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK),Disdukcapil Kota Yogyakarta, Dyah Intan Usaratri mengungkapkan, pihaknya menjalin kerja sama dengan kelurahan untuk menjalankan program ini.

Pasalnya, ia menilai, kelurahan adalah ujung tombak pelayanan.

“Karena selama ini, syarat untuk mengurus akta kelahiran, ada surat pengantar keterangan lahir dan sebagainya, yang memproses kelurahan, selain yang dari rumah sakit, atau Puskesmas ya,” ungkapnya, saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2020).

Mengenai skema jemput bolanya, Intan pun menjelaskan, masyarakat yang hendak mengurus akta kelahiran, tinggal mengumpulkan berkasnya pada kelurahan masing-masing.

Nantinya, petugas dari kelurahan yang menyampaikannya secara kolektif pada Disdukcapil Kota Yogyakarta .

“Kita sudah ada grup WA khusus program jemput bola ini ya, untuk mengumpulkan dokumen warga yang diserahkan. Jadi, dari kelurahan tinggal meng-upload ke sana, karena kita kan tidak perlu menarik fisiknya, cukup difoto saja dokumen persyaratannya itu,” terangnya.

Intan mengatakan, program tersebut berlangsung sampai November mendatang dan terbagi dalam tiga gelombang.

Ia pun mengakui, lantaran bergulir di tengah pandemi, muncul beberapa kendala, khususnya mengenai beberapa kantor kelurahan yang sempat ditutup karena sebaran virus.

“Kita baru saja menyelesaikan gelombang pertama. Memang kemarin sempat ada kantor (kelurahan) yang turup karena Covid-19. Tapi, warganya tetap memungkinkan ikut jemput bola, meski sebenarnya masuk gelombang pertama. Tetap kita terima setelah beroperasi lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan, sampai sejauh ini masih ada sekira 5 persen warga Kota Yogyakarta yang belum memiliki akta kelahiran.

Padahal, menurutnya, akta kelahiran tersebut merupakan dokumen penting yang cara mengurusnya pun terbilang sangat mudah dan tanpa dibutuhkan biaya.

“Kadang itu karena posisinya secara kependudukan di Kota, tapi tinggalnya di luar. Tapi, sebenarnya itu tidak masalah, karena kita sudah pakai sistem online. Jadi, dimanapun tinggalnya, tetap kita layani,” tambahnya.

“Sampai selesainya gelombang pertama kemarin, baru 32 warga yang memanfaatkan program jemput bola ini ya, rata-rata kebanyakan memang anak kecil, tapi ada orang tua juga. Nah, sebenarnya itu masih sangat minim, karena target kami 100 persen punya akta kelahiran,” imbuh Intan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here