Girikartonews.co.id,Bantul – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan Bantul semakin solid untuk membangun koalisi di Pilkada bantul 2020.

Gabungan partai tersebut memunculkan duet pasangan Abdul Halim Muslih – Joko Purnomo.

Abdul Halim Muslih merupakan Ketua DPC PKB Bantul sekaligus Wakil Bupati Bantul sementara Joko Purnomo adalah Ketua DPC PDIP Bantul sekaligus anggota DPRD Provinsi DIY.

Duet keduanya diklaim solid dan sudah mendapatkan restu dari jajaran pengurus partai ditingkat Kabupaten dan Provinsi.

Artinya kurang selangkah lagi untuk menapaki Pilkada Bantul .

Tinggal menunggu restu dari tingkat pusat.

“Kami mohon Mbak Megawati dan Pak Muhaimin Iskandar untuk bisa menindaklanjuti,” kata Halim, seusai melakukan pertemuan tertutup antara PKB dan PDIP di salah satu rumah makan di Sewon, Bantul, Selasa (4/2/2029).

Halim mengatakan, pertemuan antara PKB dan PDIP tersebut membicarakan banyak hal.

Termasuk langkah PKB dan PDIP dalam menyambut pesta demokrasi di Bumi Projotamansari.

Dimana menurut dia, partai politik termasuk PKB dan PDIP diberikan amanah oleh Undang-undang untuk berperan dalam mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah.

Pertemuan kedua partai menurut dia sebagai langkah awal, sekaligus pembahasan lanjutan mengenai program dan visi misi antara dirinya dengan Joko Purnomo. Orientasi utamanya adalah pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi kita sudah pada tahap pembahasan finalisasi,” kata Halim.

Pasangan Halim – Joko Purnomo, lanjut dia, memiliki kesepemahaman untuk membangun Bantul dengan melayani masyarakat tanpa sekat.

Duet ini diakuinya akan menekankan pada program Pemerintah yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Kepentingan rakyat, kata Halim, harus diatas segalanya sehingga menjadi dasar dalam pembahasan kebijakan daerah.

Termasuk kebijakan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Kita ingin mengembalikan khittah demokrasi yang menitikberatkan pada kepentingan rakyat,” terang dia.

Mengenai duet Halim – Joko Purnomo, Halim mengatakan memiliki kesepakatan dan kesepemahaman.

Baik ditingkat pengurus DPC PKB dan PDIP. Bahkan diakuinya sudah mendapatkan restu dari pengurus ditingkat Provinsi.

Sehingga tinggal menunggu keputusan final dari tingkat pusat.

“Laporan ke tingkat pusat, baik PKB maupun PDI-P sudah disampaikan untuk ditindaklanjuti. Termasuk siapa yang Cabup dan Cawabup. Kami serahkan ke DPP,” ujar Halim.

Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo tak menampik antara PDI-P dengan PKB memiliki hubungan yang semakin solid.

Kendati demikian, keputusan final Cabup dan Cawabup seluruhnya ada ditangan masing-masing DPP.

Yang pasti, menurut dia pertemuan dengan PKB merupakan langkah kongkret membangun koalisi rakyat.

Terdiri dari kaum Marhaen dan Santri yang ada di Bumi Projotamansari.

Joko menegaskan, koalisi yang dibangun dengan PKB bukan transaksi jabatan maupun finansial, namun berdasarkan pada tujuan bersama untuk membangun Bantul lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here