Girikartonews.co.id, Sleman – Kementerian Koperasi dan UKM RI menyarankan Pemda DIY untuk gencar melakukan reformasi koperasi.

Sebab koperasi mampu meningkatkan perekonomian.

Mewakili AA GN Puspayoga, Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI Rulli Indrawan menyebut koperasi juga mampu mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Apalagi seperti diketahui bersama, rasio gini DIY tergolong tinggi,” kata Rulli di Ballroom The Rich Jogja Hotel, Kamis (25/07/2019).

Dari data terbaru BPS DIY per Maret 2019, rasio gini atau ketidakmerataan distribusi warga DIY mencapai 0,423.

Angka ini membuat DIY menjadi wilayah dengan ketimpangan ekonomi tertinggi di Indonesia.

BPS DIY juga mencatat bahwa angka rasio gini DIY justru menunjukkan kenaikan sebesar 0,001 poin dibandingkan pada September 3018 yang mencapai 0,422.

“Angka tersebut menunjukkan pembangunan di DIY belum dirasakan secara merata. Koperasi bisa jadi salah satu solusinya,” kata Rulli.

Sementara itu, Sekda DIY Gatot Saptadi memastikan Pemda DIY mendukung reformasi total koperasi.

Reformasi tersebut dilakukan mulai dari tata kelola secara menyeluruh hingga pola pikir.

Menurut Gatot, pelaku koperasi harus cepat beradaptasi dengan situasi saat ini, di mana inovasi teknologi digital sangat berperan.

Ia juga menjamin akan mempermudah regulasi agar koperasi cepat tumbuh dan berkembang.

Sebagai perbandingan, Gatot menyebut sistem seperti koperasi berhasil membuka jutaan lapangan kerja di negara maju.

“Koperasi terutama sangat cocok dengan karakter gotong-royong masyarakat kita, bukan melalui pola persaingan usaha,” kata Gatot.

Editor : Aisha Humaira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here