Umat Hindu di Gunungkidul melaksanakan upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Selasa (19/2/2019)

Girikartonews.co.id,Gunungkidul – Umat Hindu yang berada di Gunungkidul berbondong bondong menuju Pantai Ngobaran  yang terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, untuk menggelar upacara Melasti, Selasa (12/2/2019).

Mengenakan pakaian adat, mereka membawa gunungan hasil panen dan ubo rampe lainnya ke pantai.

Kelompok terdepan dalam pawai membawa bendera, gunungan, dan dupa yang telah dibakar sebelumnya.

Sesampainya di pelataran Pantai Ngobaran, peserta upacara Melasti diberikan percikan air yang berada di dalam kendi kecil dengan menggunakan janur.

Setelah memasuki pelataran, gunungan ditata pada bagian depan panggung.

Tak hanya gunungan yang diletakkan di depan panggung tetapi juga sesajen yang beberapa isinya berupa satu bungkus rokok dan ingkung.

Setelah sesajen dan gunungan diletakkan beberapa kelompok menyajikan tarian-tarian tradisional dengan iringan musik gamelan.

Upacara Melasti merupakan rangkaian hari raya Nyepi, dengan tujuan mensucikan Buana Agung dan Buana Alit, serta mensucikan pratima-pratina pura (15 pura di Gunungkidul).

Pantai Ngobaran dipilih lantaran mempunyai nilai sejarah tinggi bagi umat Hindu, karena dipercaya di Pantai Ngobaran  ini Prabu Brawijaya V, raja kerajaan Majapahit pernah melakukan tapa, brata, yoga, dan samadhi sehingga mencapai kesempurnaan hidup (moksa).

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Kabupaten Gunungkidul, Purwanto mengatakan, upacara Melasti adalah upacara wajib bagi umat Hindu untuk melarung segala kekotoran yang ada di jagat agung.

Sebelum hari raya umat Hindu melaksanakan hari raya Nyepi diwajibkan untuk mensucikan diri.

“Umat Hindu yang ada di Gunungkidul membawa Cempana, Dhewate, Bakulub, Pratime dari seluruh Pura yang ada di Gunungkidul untuk bersama-sama nanti dilarung di Pantai Ngobaran untuk mensucikan alam semesta,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here